Jumat, 08 Mei 2015












 






Bersabarlah dalam Menerima Cobaan
Tengoklah kanan kiri, tidaklah Anda menyaksikan betapa banyaknya orang yang sedang mendapat cobaan, dan betapa banyaknya orang yang tertimpa musibah? Telusurilah, di setiap rumah pasti ada yang merintih, dan setiap pipi pasti pernah basah oleh air mata
Sungguh, betapa betapa banyak pernderitaan yang terjadi, betapa banyak pula orang-orang yang sabar menghadapinya. Maka Anda bukan bukan hanya satu-satunya orang yang mendapat cobaan. Bahkan, mungkin saja penderitaan atau cobaan Anda tidak seberapa dibandingkan dengan cobaan orang lain. Berapa banyak orang di dunia ini orang yang terbaring sakit di atas ranjang bertahun-tahun dan hanya mampu membolak-balikan badannya, lalu merintih kesakitan dan menjrit menahan nyeri.
Berapa banyak orang yang di penjara selama bertahun-tahun tanpa pernah dapat melihat cahaya matahari sekalipun, dan ia hanyan mengenal jeruji-jeruji selnya.
Berapa banyak orang tua yang harus kehilangan buah hatinya, baik yang masih belia dan lucu-ucunya, atau yang sudah remaja dan penuh harapan.
Betapa banyak di dunia ini orang yang menderita, mendapat ujian dan cobaan, belum lagi mereka yang harus setiap saat menahan himpitan hidup.
Kini, sudah tiba waktu Anda untuk memandang diri Anda mulia bersama mereka yang terkena musibah dan mendapat cobaan. Sudah tiba pula waktu Anda untuk menyadari bahwa kehidupan di dunia ini merupakan penjara bagi orang-orang mukmin dan tempat kesusahan dan cobaan. Di pagi hari, istana-istana kehidupan penuh sesak dengan penghuninya, namun menjelang senja semua bisa berubah: jatuh miskin, kematian datang secara tiba-tiba, perpisahan yang tak bisa di hindarkan, dan sakit yang tiba-tiba menyerang.
‘’Dan, telah nyata bagimu bagaimana Kami berbuat terhadap mereka dan telah Kami berikan kepadamu beberapa perumpamaan.’’ (QS. Ibrahim:45)
      Sebaiknya Anda mempersiapkan diri sebagaimana kesiapan seekor unta berpenglaman yang akan mengiringi Anda menyeberangi padang sahara. Bandingkan penderitaan Anda dengan penderitaan orang-orang di sekitar Anda dan orang-orang sebelum Anda, niscaya Anda akan sadar bahwa Anda sebenarnya lebih beruntung dibanding mereka. Bahkan, Anda akan merasakan bahwa penderitaan Anda itu hanyalah duri-duri kecil yang tak ada artinya. Maka, panjatkan segal puji kepada Allah atas semua kebaikan-Nya, dan yakinilah kemuliaan Anda bersaama orang-orang yang menderita di sekitar Anda.
Banyak suri tauladan Rasulullah s.a.w. yang perlu Anda contoh. Syahdan, Bliau pernah dilempar kotoran unta oleh orang-orang kafir Makkah, kedua kakinya diciderai dan wajahnya mereka lukai. Dikepung dalam satu kaum beberapa lama hingga beliau hanya dapat makan deaunan apa adanya saja, diusir dari Makkah, dipukul gerahamnya hingga retak, dicemarkan kehormatan isterinya, tujuh puluh sahabatnya terbunuh, dan seorang putera serta sebagian besar puterinya meninggal dunia pada saat beliau sedang senang-senangnya membelai mereka. Bahkan, karena terlalu laparnya, beliau pernah mengikat batu di perutnya untuk menahan lapar.
Beliau pernah pula dituduh sebagai seorang penyair (bukan penyampai wahyu Allah), dukun, orang gila dan pembohong. Namun, Allah melindunginya dari semua itu. Dan semua hal tadi merupakan cobaan yang harus beliau hadapi dan penyucian jiwa yang tiada tara tantandingannya.
Sebelum itu, Nabi Zakariya dibunuh kaumnnya, Nabi Yahya dijagal, Nabi Musa diusir dan dikejar-kejar, dan Nabi Ibrahim dibakar. Cobaan-cobaan itu juga menimpa para khalifah dan pemimpin kita; Umar r.a. dilumuri dengan darahnya sendiri, Utsman dibunuh diam-diam, dan Ali ditikam dari belakang. Dan masih banyak lagi para pemimpin kita yang juga harus menerima punggungnya penuh dengan bekas cambukan, dijebloskan ke dalam penjara, dan juga di buang ke negeri lain.
‘’Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepdamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahlu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan serta digoyangkan (dengan bermacam-macam cobaan).’’ (QS. Al-Baqarah:214)